Kelahiran
seorang bayi merupakan saat-saat yang sangat membahagiakan dan ditunggu-tunggu
oleh suami, istri, dan anggota keluarga yang lain. Bayi yang lahir dengan sehat
dalam kondisi yang sempurna anggota badannya dan berfungsi dengan baik adalah
hal yang paling diharapkan oleh orang tua. Orang tua yang baik tentunya
berusaha menjaga bayinya sejak dalam kandungan maupun setelah bayi lahir.
Merawat bayi baru
lahir merupakan
saat yang menyenangkan sekaligus menegangkan, terutama bagi yang belum pernah
mempunyai anak maupun belum pernah merawat bayi. Ketika bayi lahir, kondisi
bayi masih lemah sehingga butuh perhatian dan penjagaan yang serius. Semua
anggota tubuh bayi masih rawan, tetapi yang paling rawan adalah bagian kepala
terutama ubun-ubunnya dan tali pusar bayi.
Tali pusar sebenarnya adalah bagian dari plasenta yang
ketika bayi masih dalam kandungan merupakan saluran bagi sang bayi untuk
mendapatkan makanan. Ketika bayi lahir tali pusar ini dipotong hingga
menyisakan beberapa sentimeter saja pada perut bayi. Kondisi tali pusar setelah
bayi lahir tentu saja masih basah namun akan kering dan putus dalam beberapa
hari selama benar dalam perawatannya.
Merawat tali pusar bayi sebenarnya tidak sulit, namun juga
tidak boleh diremehkan. Tidak perlu mempercayai mitos-mitos yang tidak masuk
akal seperti menyimpan tali pusar bayi yang sudah putus dan dapat digunakan sebagai
obat jika bayi mengalami demam.
Dalam dunia kesehatan memang ada saja penemuan-penemuan
baru, termasuk cara merawat tali pusar. Dahulu tali pusar bayi yang baru lahir
diberi alkohol atau betadin. Namun sekarang justru tidak dianjurkan untuk
menggunakan alkohol maupun betadin kecuali jika terjadi infeksi. Ada beberapa
tips merawat tali pusar bayi yang sederhana. Hendaknya tali pusar bayi dijaga
supaya jangan sampai kotor dan basah. Setelah bayi dimandikan, segera keringkan
tali pusarnya. Jika badan bayi diberi minyak dan bedak, maka jangan sampai
mengenai tali pusarnya.
Bungkus tali pusar dengan kain kasa yang lembut dan berongga
supaya tidak terluka dan cepat kering. Hindari popok bayi atau celananya
mengenai tali pusar karena dikhawatirkan bila bayi buang air kecil, air
kencingnya merambat melalui popok atau celana sehingga mengenai tali pusar. Hal
ini dapat menyebabkan infeksi yang berbahaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar